Oleh : TEGUH ANGGORO, S.IP., M.Sc.
I.
Pendahuluan
Dalam tulisan ini saya
mencoba menjelaskan sebagian dari aspek-aspek ilmu politik, diantaranya adalah
teori-teori politik, ideologi politik, administrasi dan kebijakan publik, serta
ekonomi politik. Dalam mempelajari ilmu politik, pemahaman mengenai teori politik
ini sangat diperlukan karena ini merupakan awal dari berbagai kajian ilmu
politik, salah satunya yaitu ideologi politik. Dari teori politik inilah
pengenalan dan penjabaran ideologi politik diterangkan, juga macam-macam ideologi
politik yang pernah ada di dunia. Ideologi ini yang akan membedakan sistem
pemerintahan dan sistem ekonomi antara negara yang satu dengan negara lainnya.
Seperti ideologi liberalisme yang menganut sistem ekonomi kapitalis berbeda
administrasinya dengan negara yang menganut ideologi komunisme dengan sistem ekonomi
sosialis.
Disamping itu, tulisan
ini juga berisi defenisi administrasi publik berdasarkan penuturan para ahli
sesuai dengan pemahaman mereka mengenai administrasi publik. Di dalam
administrasi publik ini terdapat kebijakan publik, dimana salah satu kajian yang
sangat berkaitan karena dalam pelaksanaan kekuasaan ini perlu adanya
kebijakan-kebijakan yang akan menentukan apakah sesuatu yang sudah ditetapkan
itu harus dijalankan atau tidak.
II.
Pembahasan
A. Teori-teori Politik
Teori politik merupakan
suatu cara yang digunakan untuk memahami ilmu politik, dimana didalamnya
terdapat penjelasan ilmu politik dan kaitannya dengan bagian-bagian ilmu
politik lainnya.
Menurut Thomas P. Jenkin
dalam The Study of Political Theory,
teori politik dibedakan dalam dua macam, yaitu:
1.
Valuational, yang merupakan teori-teori
yang mengandung nilai moral dan norma politik, dimana dalam teori ini segala
sesuatunya harus mempertimbangkan baik buruk atau konsekuensinya. Yang termasuk
teori valuational adalah filsafat politik, politik sistematis dan ideologi
politik.
2.
Non-Valuational, merupakan teori-teori
yang membahas fakta-fakta politik tanpa mempersoalkan nilai moral maupun norma.
Teori ini memberikan gambaran dan perbandingan fenomena politik dalam kehidupan
nyata.
Di dalam teori politik
terdapat konsep penentuan tujuan politik, bagaimana cara untuk mencapai tujuan
itu dengan segala konsekuensinya. Teori-teori politik yang mempunyai dasar
moral memiliki fungsi utama sebagai pedoman dalam mengatur hubungan-hubungan
antara anggota masyarakat agar berjalan stabil dan dinamin.
Ada tiga golongan yang
termasuk dalam teori valuational, diantaranya adalah:
1.
Filsafat Politik, menjelaskan hubungan
antara sifat dari alam semesta dengan sifat dari kehidupan politik, dimana
dalam menyelesaikan persoalan politik menggunakan pandangan yang terpusat pada
alam. Menurut filsuf Yunani, Plato, keadilan merupakan hakekat dari alam
semesta yang sekaligus merupakan pedoman untuk mencapai kehidupan yang baik yang
dicita-citakan olehnya.
2.
Politik Sistematis, teori ini
merealisasikan filsafat politik, menerapkan norma-norma dalam kegiatan politik.
3.
Ideologi Politik
Ideologi merupakan suatu
keyakinan atau ide yang muncul dalam pikiran seseorang berdasarkan pemikiran-pemikiran
yang logis (masuk akal) yang kemudian menjadikan ide ini sebagai pedoman dalam
kehidupannya sesuai dengan tujuan pemikirnya. Jadi ideologi politik merupakan
suatu pedoman atau cara bertindak dalam pelaksanaan kekuasaan sesuai dengan
tujuan awal.
Di bawah ini ada beberapa
macam ideologi politik dunia, antara lain:
1.
Liberalisme, suatu ideologi yang
memberikan kebebasan individu tanpa batasan atau halangan dari pemerintah.
Munculnya ideologi ini disebabkan karena ketatnya peraturan sehingga membuat
kekuasaan bersifat otoriter, tanpa memberikan kebebasan berpikir kepada
rakyatnya. Salah satu yang menganut ideologi liberalisme adalah Amerika.
2.
Sosialisme, ideologi ini berbeda dengan
liberalisme yang mengutamakan kepentingan individu, ideologi sosialisme lebih
mengutamakan kebersamaan. Dalam sosialisme setiap individu harus berusaha untuk
mendapatkan layanan yang layak untuk kebahagiaan bersama, misalnya pemerataan
kesempatan kerja, pembagian hasil secara merata, bahan konsumsi secara
menyeluruh dan lain sebagainya.
3.
Demokrasi, yaitu kekuasaan ditangan
rakyat. Pemerintah yang berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Rakyat membuat ketetapan hukum bagi dirinya sendiri melalui dewan perwakilan
yang kemudian dilaksanakan oleh pemerintah.
B.
Administrasi
dan Kebijakan Publik
Defenisi administrasi publik
berdasarkan penuturan para ahli, diantaranya:[1]
Menurut Marshall E.
Dimock, Gladys O. Dimock dan Louis W. Koenig:
Administrasi publik merupakan kegiatan
pemerintah didalam melaksanakan kekuasaan politiknya.
Menurut Dwight Waldo:
Administrasi publik merupakan manajemen dan organisasi dari
manusia-manusia dan peralatannya guna mencapai tujuan pemerintah.
Menurut Edward H.
Litchfield:
Administrasi publik merupakan suatu studi
mengenai bagaimana bermacam-macam badan pemerintahan diorganisasikan,
diperlengkapi dengan tenaga-tenaganya, dibiayai, digerakkan dan dipimpin.
Menurut Arifin
Abdulrachman:
Administrasi publik merupakan ilmu yang mempelajari
pelaksanaan dari politik negara.
Menurut Prajudi
Atmosudirjo:
Administrasi publik merupakan administrasi
dari negara-negara sebagai organisasi
dan administrasi yang mengejar tercapainya tujuan-tujuan yang bersifat
kenegaraan.
Ruang lingkup administrasi
publik dalam bidang ilmu politik diantaranya adalah administrasi politik luar
negeri, administrasi politik dalam negeri, administrasi partai politik dan
administrasi kebijaksanaan pemerintah.[2]
Didalam administrasi
publik terdapat kebijakan publik. Ada beberapa defenisi kebijakan publik
berdasarkan pemikiran para ahli, yaitu:
Menurut Brigman dan Davis:
Kebijakan publik merupakan apa saja yang
dipilih oleh pemerintah untuk dilakukan dan tidak dilakukan.
Menurut
Hogwood dan Gunn:
Kebijakan publik adalah seperangkat
tindakan pemerintah yang didesain untuk mencapai hasil-hasil tertentu. Namun
dalam hal ini bukan berarti bahwa makna kebijakan hanyalah milik pemerintah
saja.
Menurut
Edi Suharto:
Kebijakan publik adalah sebuah instrument
pemerintahan, bukan saja dalam arti pemerintahan yang hanya menyangkut aparat
negara, melainkan pula pemerintahan yang menyentuh pengelolaan sumber daya
publik.
Kebijakan
publik merupakan semacam jawaban terhadap suatu masalah karena merupakan upaya
memecahkan, menguraikan dan mencegah suatu keburukan serta sebaliknya, menjadi
penganjur, inovasi dan pemuka terjadinya kebaikan dengan cara terbaik dan
tindakan terarah.[3]
Dalam pembuatan kebijakan
publik memiliki beberapa model yang digunakan, antara lain:[4]
1.
Model elit: pembentukan kebijakan hanya
berada pada sebagian kelompok orang-orang tertentu yang sedang berkuasa.
2.
Kelompok: beberapa kelompok kepentingan
yang saling berebutan mencari posisi dominan.
3.
Kelembagaan: dikuasai oleh lembaga-lembaga
pemerintah.
4.
Proses: rangkaian kegiatan pembuatan
kebijaksanaan pemerintah yang terdiri dari identifikasi masalah, perumusan
usul, pengesahan kebijaksanaan, pelaksanaan dan evaluasinya.
5.
Rasialisme: suatu model yang dirancang
dengan menelusuri pilihan dan konsekuensinya agar mencapai tujuan secara
efisien. Model ini memikirkan untung rugi apapun yang dipilih.
6.
Inkrimentalisme: kegiatannya berpatokan
pada masa lalu.
7.
Sistem: pembuatan kebijakan yang
berdasarkan desakan-desakan lingkungan seperti tuntutan, dukungan, hambatan,
tantangan dan lain-lain yang mempengaruhi kebijakan publik.
C. Ekonomi Politik
Ekonomi politik merupakan
disiplin ilmu yang ruang lingkupnya berkaitan dengan aspek politik dan ekonomi.
Dengan kata lain ekonomi
politik ini merupakan aspek-aspek ekonomi yang dipelajari dan ditelaah dari
sudut pandang ilmu politik.[5]
Terdapat dua macam sistem
ekonomi berdasarkan ideologi liberalisme dan komunisme. Menurut ideologi
liberalisme yang menganut sistem ekonomi kapitalis, dimana sistem ini
memberikan keleluasaan dan kebebasan yang tidak terbatas kepada individu untuk
melaksanakan dan mengelola sumber, kegiatan dan hasil produksi ekonomi.
Sedangkan menurut ideologi komunisme yang menganut sistem sosialis, sistem ini
yang dalam prakteknya dikuasai serta diatur oleh pemerintah sedangkan
masyarakat dan individu tunduk kepada aturan yang telah ditetapkan oleh
pemerintah.
III.
Simpulan
Dalam pengertian teori
politik dapat dibedakan dua macam landasan yang diambil dari dua pandangan yang
berbeda, yaitu pandangan idealis dan pandangan realis. Pandangan idealis ini
menjelaskan mengenai teori politik yang berdasarkan moral dan norma, dengan
mengacu pada nilai-nilai maka dapat membuat sistem politik yang dijalankan
sesuai dengan tujuan dan harapan.
Sedangkan teori politik
berdasarkan pandangan realis, teori politik ini dalam kenyataannya tidak
berkaitan dengan nilai-nilai moral dan norma, hanya memberikan gambaran dan
fakta atau fenomena politik.
Didalam teori politik
idealis terdapat ideologi dimana banyak terdapat macam-macam ideologi yang
nantinya dengan perbedaan ideologi ini maka pelaksanaannya juga akan berbeda.
Salah satu ideologi yang menganut sistem ekonomi kapitalis yaitu liberalisme,
contohnya di Amerika, yang kini menjadi sebuah negara yang besar karena
persaingan di sana sangat tinggi, pemerintahnya menjamin kebebasan hak-hak tiap
warganya.
Dalam menjalankan
penyelenggaraan negara diperlukan suatu kebijakan. Kebijakan publik ini harus ditujukan
bagi kepentingan masyarakat, tidak hanya sebuah pernyataan tetapi juga dilaksanakan
dalam bentuk yang nyata. Jika dilihat pada saat sekarang ini, pemerintah banyak
membuat kebijakan namun tidak semua kebijakan yang telah ditetapkan itu sudah
dilaksanakan dengan baik.
IV. Referensi
Buku
Rudy, Teuku May. 1993. Teori: Etika Dan Kebijakan Hubungan Internasional. Angkasa.
Bandung.
Awaluddin dan Basri. 2009. Pendidikan Agama Islam Di Perguruan Tinggi Umum Untuk Pengembangan
Kepribadian. CV. Witra Irzani. Pekanbaru.
Supardan, Dadang. 2008. Pengantar Ilmu Sosial: Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. PT Bumi
Aksara. Jakarta.
Syafiie, Inu Kencana(ed). 2006. Ilmu Administrasi Publik. PT Rineka Cipta. Jakarta.
Internet
Diakses pada tanggal 18 Oktober 2011 pukul
14:30 WIB
Diakses pada tanggal 18 Oktober 2011 pukul
14:30 WIB
Diakses pada tanggal 18 Oktober 2011 pukul 14:30
WIB
Diakses pada tanggal 18 Oktober 2011 pukul
14:30 WIB
Diakses pada tanggal 18 Oktober 2011 pukul
14:30 WIB
Diakses pada tanggal 18 Oktober 2011 pukul
14:30 WIB
Diakses pada tanggal 18 Oktober 2011 pukul
14:30 WIB
Diakses pada tanggal 18 Oktober 2011 pukul
14:30 WIB
Diakses
pada tanggal 18 Oktober 2011 pukul 14:30 WIB
[1]
Inu Kencana Syafiie (ed). Ilmu Administrasi Publik. (Jakarta: PT
Rineka Cipta, 2006) hal. 24-25.
[4]
Ibid. hal 107-108.
[5] Teuku May Rudy. Teori:
Etika Dan Kebijakan Hubungan Internasional. (Bandung: Angkasa,1993) hal.
49.