Oleh: ACHMAD DARYATNO, S,IP., M.M
Dalam Studi Kawasan 2 (dua) hal yang harus disimak yaitu :
1. Sistem
Sub Ordinasi (Sub-Ordinate System)
2. Pola
kajian yang digunakan dalam studi Kawasan.
Dalam Studi Kawasan, yang lazim disebut pula Studi Wilayah
(Area Studies), terdapat tiga model atau pola kajian utama, yaitu:
1. Kajian
ciri-ciri khusus (Typical Studies).
2. Kajian
Peristiwa-peristiwa (Study of Events)
3. Kajian
kecendrungan Regionalisme (Regionalism) dan Organisasi Kerjasama Regional
(Regional Cooperation).
Sub-Ordinasi Kawasan.
Louis J. Cantori dan Steven L. Spiegel, dalam bukunya “The
International Politics of Regions”, merupakan yang pertama menggolongkan bahwa
kawasan-kawasan sebagai sistem regional dan sub-sub kawasan sebagai sub sistem
adalah bagian-bagian yang sub-ordinasi terhadap sistem dunia (global sistem).
Penggolongan Kawasan (regional) ini dipengaruhi oleh:
1. Faktor
Geografi
2. Faktor
Sosiologi
3. Faktor
Politis/interaksi anata negara
4. Faktor
Kesamaan etnis-linguistik
5. Faktor
ketertikatan atau komitmen terhadap masalah dan perkembangan/sub-kawasan
6. Keikutsertaan
dalam organisasi kerjasama regional
Penggolongan (klasifikasi) sub-ordinatif ini bukan dibuat
atau ditetapkan, tetapi merupakan penilaian terhadap kenyataan yang
berlangsung. (kemungkinan berubah POSITIF).
Contoh:Eropa sebelum PD I terbagi atas Eropa Timur, Eropa
Barat, Eropa Tengah, Eropa Kontinental (daratan seperti: Jerman, Perancis,
Austria, Belgium, Belanda) dan Eropa Non Kontinental (dikelilinggi oleh lautan
seperti: Inggris, Islandia, Norwegia,
Swedia). Setelah Perang Dunia II berdasar pertimbangan politik ideology dan
ekonomi, Eropa terbagi atas Eropa Barat (berideologi Liberal-Kapitalis,
mekanisme ekonomi pasar) dan Eropa Timur (berideologi Sosialis-Marxisme,
Mekanisme ekonomi terpusat). Setelah berubah/hancurnya Uni Soviet dan runtuhnya
komuinisme Eropa Timur pada thn 1990-an, setingnya berubah menjadi kawasan
Eropa Bersatu (Uni Eropa) dan kawasan non- Uni Eropa.
Sub-Sektor dalam Sistem Sub-Ordinasi
Kedudukan serta peranan masing-masing negara dalam
percaturan politik serta perkembangan ekonomi dan social di suatu kawasan
secara konseptual digolongkan ke dalam tiga sector:
1. Negara-negara
Inti (Core Sector)
2. Negara-negara
Peripheral (Peripheral Sector)
3. Campur
tangan negara luar kawasan (Intrusive Sytem)
Menurut Cantori dan Spiegel, yang diperbarui oleh Teuku May
Rudy bahwa criteria atau indicator untuk penggolongan sector inti, peripheral
sector dan intrusive system di suatu kawasan:
1. Suatu
kawasan atau sub kawasan terdiri dari negara-negara yang terletak geografisnya
berdekatan, baik seluruhnya maupun sebagian dari wilayah negara tersebut.
2. Pertimbangan
kedekatan geografis perlu ditunjang dengan adanya kesamaan kepentingan atau
kedekatan dari segi social, politik, ekonomi dan organisasional.
Contohnya: bahwa Eropa Barat dan
Eropa Timur yang letak geografisnya berdekatan nyatanya terbagi oleh perbedaan
kepentingan, social, ekonomi, politik dan ideology.
Sebaliknya pula negara-negara
Arab terbagi kedalam dua sub- kawasan (Timur Tengah dan Afrika Utara) karena
perbedaan letak geografis.
Perkembanganbaru mengenai forum
kerjasama regional APEC (Asia- Pacific Ekonomic Cooperation) serta gagasan
Malaysia mengenai EAEC (East-Asia Economic Caucuss) menunjukkan saling
keterkaitan hal tersebut diatas.
3. Terdapat
interaksi yang erat atau cirri-ciri spesifik di antara komunitas ada negara-negara
di dalam suatu kawasan serta sub kawasan, baik dari segi social, budaya,
ekonomi, politik, maupun dari segi geografi (iklim, topografi wilayah)
4. Luas
sempitnya wilayah dan banyak sedikitnya jumlah negara tidak menentukan. Bisa
saja satu kawasan atau sub kawasan hanya terdiri dari satu atau dua negara
saja.
5. Keeratan
hubungan politik baik yang berlawanan (antagonis) maupun yang selaras
(cooperative) serta latar belakang historis atau sejarah ikut menentukan
pengindentifikasian kawasan dan sub kawasan.
6. Adakalanya
suatu kawasan atau sub-kawasan terbentuk oleh faktor munculnya kesamaan
kepentingan atau pengejawantahan indentifikasi baru sehubungan dengan sikap dan
tindakan negara di luar kawasan atau sub-kawasan tertentu itu.
Contohnya: Sub-kawasan
negara-negara di teluk Persia, dengan organisasi Gulf Cooperation Council
(GCC). Pernah pula terdapat sub- kawasan Asia Tenggara non-komunis ketika US
serta RRC masih giat menanamkan pengaruh atau melakukan penetrasi politik di
sub- kawasan IndoCina (Vietnam, Laos, Kamboja). Termasuk pula fenomena kawasan
Atlantik Utara dengan adanya NATO dan khususnya ketika Perang Dingin atau
Konflik Timur-Barat (East-West Conflict,1947-1990) masih berlangsung.