Ekonomi Politik : Antara Yang Klasik dan Yang Kontemporer
Oleh: Riza Purnama, S.IP., M.Si.
Baik dalam teori Ekonomi Politik Klasik maupun dalam Ekonomi
Politik Kontemporer digambarkan adanya hubungan di antara ekonomi dan politik
dalam suatu negara. Baik pada Ekonomi Politik Klasik - yang diusung oleh ekonom
klasik seperti Adam Smith dan David Ricardo, maupun pada Ekonomi Politik
Kontemporer - yang didasarkan pada teori ekonomi politik yang dikemukakan oleh
Karl Marx, negara dianggap mempunyai peran dalam memberikan respons untuk
menggeser keseimbangan pasar.
Adam Smith dan David Ricardo merupakan tokoh teori ekonomi
klasik yang menjadi dasar dari pendekatan teori Ekonomi Politik Klasik. Dalam
teori Ekonomi Politik Klasik dinyatakan bahwa pasar memiliki kemampuan untuk
mengelola dirinya sendiri (dalam artian kuat atau strong sense). Pandangan seperti
ini seringkali dijadikan sebagai dasar dalam menjalankan kebijakan pasar bebas.
Bahkan para ekonom klasik ini adalah yang pertama kalinya memandang
perekonomian sebagai sebuah sistem yang secara prinsip terpisah dari politik
dan rumah tangga. Segala bentuk investasi menurut mereka harus ada hasil yang
nyata (return of investment).
Menurut pendapat para ekonom klasik ini, siapapun - termasuk
negara sekalipun - dalam melakukan investasi harus berpikir dulu berapa yang
akan dihasilkan dari investasi yang akan ditanamkan. Return of investment ini
telah menjadi pijakan dasar bertindak dalam berinvestasi. Para ekonom klasik
tetap menganggap bahwa politik sebagai sesuatu yang penting, namun
tindakan-tindakan yang terkait dengan politik jangan terus-menerus mengintervensi
pasar, biarkan pasar berjalan apa adanya sehingga keuntungan akan diperoleh
dari pasar yang bekerja secara alami ini. Apabila mekanisme pasar bekerja
secara alami - dimana perekonomian diserahkan kepada pasar tanpa intervensi
politik - maka akan berdampak pada tumbuh dan berkembangnya perekonomian secara
makro. Teori ekonomi klasik berpendapat bahwa peran pemerintah sebenarnya
terbatas hanya pada masalah penegakan hukum, menjaga keamanan dan pembangunan
infrastruktur.
Beberapa penganut aliran teori ekonomi klasik memberi
argumen tentang konsep pasar yang mengatur dirinya sendiri, karena mereka
beranggapan bahwa sistem pasar adalah sebuah realita yang akan tercipta dengan
sendirinya tanpa campur tangan pemerintah, dimana pasar memiliki hubungan dengan
negara tapi pasar bukan institusi bawahan dari negara. Campur tangan negara
baru diperlukan manakala tidak ditemukan adanya keseimbangan atau kesempurnaan
pasar. Pasar yang sempurna ditentukan oleh permintaan (demand) dan penawaran
(supply) itu sendiri. Penganut teori ekonomi klasik juga menyatakan bahwa pasar
memiliki kemampuan untuk bekerja sendiri. Inilah yang seringkali disebut dengan
ekonomi liberal dengan pasar bebasnya. Pandangan teori ekonomi klasik ini telah
membuat istilah Ekonomi Politik menjadi kurang jelas pengertiannya. Teori ini
mengajukan pokok pikiran bahwa ekonomi tidak bersifat politik.
Ekonomi Politik Klasik merupakan cabang ilmu ekonomi yang
membahas campur tangan negara (politik) yang bersifat sementara dalam
menciptakan keseimbangan (equilibrium) atau kesempurnaan (perfectness) pasar.
Pasar yang sempurna ditentukan oleh tarik-menarik antara penawaran (supply) dan
permintaan (demand). Akan tetapi dalam kenyataannya, hukum pasar tidak
senantiasa berjalan secara sempurna. Bahkan pertarungan antara pelaku pasar
kelas besar dengan pelaku pasar kelas kecil seringkali tidak terhindarkan,
dengan kecenderungan pelaku pasar kelas besar mengalahkan pelaku pasar kelas
kecil.
Lord Lionel Robbins dalam buku karyanya yang berjudul
“Political Economy : Past and Present : A Review of Leading Theories of Economy
Policy” menjelaskan pengertian Ekonomi Politik Klasik sebagai suatu kesatuan
yang menyeluruh dari suatu pembahasan sejak dari ilmu ekonomi murni sampai
dengan teori-teori tentang kebijakan murni yang meliputi analisis dari
bekerjanya ekonomi pasar, alternatif sistem kebijakan dan prinsip-prinsip
keuangan negara.
Ekonomi Politik Klasik membahas keterkaitan antara berbagai
aspek, proses, dan institusi politik dengan kegiatan ekonomi – mencakup
kegiatan-kegiatan produksi, investasi, pembentukan harga, perdagangan,
konsumsi, dan lainnya. Ekonomi Politik Klasik percaya, bahwa struktur kekuasaan
akan mempengaruhi pencapaian ekonomi. Pendekatan Ekonomi Politik Klasik
menganggap struktur kekuasaan yang ada di dalam masyarakat adalah sudah given.
Di lain pihak, Ekonomi Politik Kontemporer adalah ekonomi
politik yang membahas tentang bagaimana sistem ekonomi itu bekerja, dapat
bekerja, harus dibuat bekerja, dan memungkinkan dirinya bekerja. Meskipun demikian,
Ekonomi Politik Kontemporer bukanlah sciencetivic economics yang merupakan
himpunan dari value free generalization tentang cara-cara sistem ekonomi itu
bekerja. Ekonomi politik di sini membicarakan prinsip-prinsip umum dalam bidang
ekonomi.
Ekonomi Politik Kontemporer berpijak pada teori Karl Marx,
yang menyatakan bahwa ekonomi itu selalu bersifat politik. Faktor-faktor
politik itu disebabkan oleh dinamika dari proses ekonomi kapitalis, dan proses
itu mewarnai pertarungan-pertarungan politik berskala besar dalam sejarah.
Untuk membuktikan bahwa cara kerja dari perekonomian kapitalis membawa dampak
politik, Marx mengajukan kritik terhadap pandangan ekonomi klasik tentang pasar
yang meregulasi dirinya sendiri. Karl Marx melakukan kritik ini bukan dengan
tujuan untuk membenarkan konsep kapitalisme yang dikendalikan negara, melainkan
dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa kapitalisme tidak dapat bertahan hidup
dalam waktu yang lama. Kegagalan pasar didefinisikan dengan menggunakan konsep
pilihan pribadi dan penggunaan sumber daya secara efisien. Menurut pemikiran
kaum neo klasik, “ekonomi” adalah transaksi-transaksi swasta yang dilakukan
untuk memaksimalkan kegunaan yang didapatkan individu, sementara “politik”
adalah penggunaan kewenangan publik untuk mencapai tujuan yang sama juga.
Ekonomi Politik Kontemporer merupakan studi mengenai sistem
ekonomi sebagai cara untuk mengatasi masalah ekonomi fundamental secara praktis
dan yang menerapkan seni-seni dari ekonomi praktis. Ekonomi Politik Kontemporer
banyak membahas persoalan ketidak-adilan sistem ekonomi internasional berkenaan
dengan masalah pemerataan pendapatan, kemiskinan, pertumbuhan, dan struktur
sosial lainnya. Ekonomi Politik Kontemporer menelaah berbagai variabel sosial
lainnya, menentukan dan berpengaruh terhadap kegiatan perekonomian khususnya
yang terjadi pada masyarakat tradisional terutama di Dunia Ketiga, termasuk
telaah yang dilakukan oleh aliran radikal maupun Neo Marxist.
Ekonomi Politik Kontemporer mengacu pada manajemen persoalan
ekonomi negara, yang mengaitkan hubungan antara tujuan negara (public ends)
dengan kepentingan pribadi (private interests). Ekonomi Politik Kontemporer
merupakan studi tentang mekanisme yang dapat digunakan masyarakat untuk
menjalankan perekonomian sosialnya, yang meliputi peralatan (tools), lembaga
(institutions), sumberdaya manusia yang mampu menciptakan barang (goods) dan
jasa (services).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar